LKPD WEWANGSAN KRUNA BAHASA BALI





 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BAHASA BALI

Materi: Wewangsan Kruna (Kelas Kata)

Kelas/Semester: IX / Ganjil

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Pendekatan: Deep Learning (Berkesadaran, Bermakna, Menyenangkan)


Nama Kelompok : ..........................................................................

Anggota :


  1. .................................................... 2. ..............................................

Tahap 1: Pembukaan Berkesadaran (Mindful Check-In)

Sebelum mulai memecahkan masalah, mari hadirkan fokus dan pikiran kita sepenuhnya di kelas ini.


  1. Duduklah yang nyaman, letakkan alat tulis sejenak.

  2. Tarik napas dalam-dalam dari hidung (hitungan 1, 2, 3), lalu hembuskan perlahan dari mulut. Lakukan 3 kali.

  3. Cek perasaanmu saat ini. Lingkari salah satu emoticon di bawah ini yang paling mewakili perasaanmu hari ini, dan tuliskan alasannya singkat saja!

  4. 😀 (Senang) / 😐 (Biasa saja) / 😔 (Sedih/Lelah) / 🤔 (Bingung)

  5. Alasan: ....................................................................................................


Tahap 2: Orientasi pada Masalah (Bermakna & Menyenangkan)

Bacalah kasus viral di bawah ini!

Seorang content creator remaja asal Abiansemal bernama Bli Tut membuat status di media sosial yang bermaksud mempromosikan keindahan desa. Namun, karena ia kurang paham Wewangsan Kruna, penempatan tata bahasanya kacau balau sehingga netizen malah tertawa dan salah paham.


Berikut kutipan status Bli Tut:


"Tiang jegeg ka sawah. Di sawah tiang nepukin kedis majalan di carange. Angin iriki satus pisan. Lan tiang lakar mulih, kewala di jalan tiang nepukin lelipi saking gede. Aduh tiang malaib!"


Tugas Kalian:

Status Bli Tut terasa aneh dan lucu saat dibaca, bukan? Tugas kelompok kalian adalah menjadi "Detektif Bahasa" untuk menemukan kata-kata yang salah tempat, mengelompokkannya sesuai Wewangsan Kruna, dan memperbaiki status tersebut agar menjadi kalimat bahasa Bali yang benar dan bermakna.


Tahap 3: Mengorganisasikan Belajar

Bagi tugas dalam kelompokmu!


  • Detektif 1 & 2: Mencari tahu arti kata-kata yang bercetak tebal pada status Bli Tut dan menentukan jenis wewangsan kruna-nya.

  • Detektif 3 & 4: Mencari kata ganti yang benar untuk memperbaiki kalimat tersebut.

Tahap 4: Penyelidikan Kelompok (Analisis)

Diskusikan dengan teman kelompokmu dan isilah tabel analisis di bawah ini dengan menggunakan referensi tabel Wewangsan Kruna yang sudah kalian pelajari!


Tabel Penyelidikan Kata yang Salah:


Kata yang Salah di Status

Seharusnya Termasuk Wewangsan Kruna Apa?

Alasan Mengapa Salah di Kalimat Tersebut?

Kata Pengganti yang Benar

jegeg

Kruna Kahanan (Kata Sifat)

Kata sifat tidak pas digunakan untuk aksi menuju ke sawah. Harus diganti Kata Kerja (Kruna Kria).

majalan / lakar

majalan

...................................

Burung di dahan tidak mungkin berjalan, harusnya...

...................................

satus

...................................

Angin tidak bisa dihitung dengan angka seratus.

...................................

Lan

...................................

Posisi di awal kalimat untuk menyambung cerita kurang pas.

...................................

saking

...................................

Menunjukkan asal (dari), tidak pas untuk menerangkan ukuran ular.

...................................

Tahap 5: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (Menyenangkan)

Setelah menemukan letak kesalahannya, susun ulang status media sosial Bli Tut menjadi bahasa Bali yang benar.


Status Bli Tut yang Sudah Diperbaiki:


"Tiang .................................... ka sawah. Di sawah tiang nepukin kedis .................................... di carange. Angin iriki .................................... pisan. .................................... tiang lakar mulih, kewala di jalan tiang nepukin lelipi .................................... gede. Aduh tiang malaib!"


Tantangan Ekstra (Presentasi):

Pilih satu anggota kelompok untuk membacakan hasil perbaikan status ini di depan kelas dengan gaya seperti seorang content creator (vlogger) yang sedang merekam video!


Tahap 6: Analisis, Evaluasi, dan Refleksi (Bermakna)

Setelah menyelesaikan misi detektif bahasa ini, diskusikan pertanyaan berikut bersama kelompokmu:


  1. Apa akibatnya jika kita tidak memahami Wewangsan Kruna (pengelompokan kata) saat berkomunikasi dengan orang lain, baik lisan maupun di media sosial?

  2. Jawaban: ....................................................................................................

  3. Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil memperbaiki kalimat yang salah menjadi kalimat bahasa Bali yang benar?

  4. Jawaban: ....................................................................................................


Paraf Guru / Nilai :


Posting Komentar untuk "LKPD WEWANGSAN KRUNA BAHASA BALI"