Materi Kidung (Sekar Madya) Bali
Materi Kidung (Sekar Madya) Bali
1. Pengertian Kidung
Kidung merupakan bagian dari Sekar Madya dalam kesusastraan Bali. Kidung adalah nyanyian suci yang biasanya menggunakan bahasa Jawa Tengahan (Kawi-Bali) yang disusun dengan aturan-aturan tertentu. Kidung dipentaskan atau dinyanyikan pada saat pelaksanaan upacara Panca Yadnya. Kidung bagian dari Puisi Bali Purwa.
2. Jenis-Jenis Kidung (Manut Upacara)
Kidung dikelompokkan berdasarkan jenis upacara yang dilaksanakan:
Dewa Yadnya: Kidung yang dinyanyikan saat upacara di Pura atau pemujaan kepada Tuhan. Contoh: Kidung Wargasari, Kawitan Wargasari.
Pitra Yadnya: Kidung untuk upacara kematian atau pengabenan. Contoh: Kidung Indrawangsa, Kidung Pamasolah.
Manusa Yadnya: Kidung untuk upacara siklus hidup manusia (pernikahan, potong gigi). Contoh: Kidung Malat, Kidung Tantri.
Bhuta Yadnya: Kidung untuk upacara pembersihan alam semesta (mecaru). Contoh: Kidung Jerum.
3. Ciri-Ciri Kidung
Bahasa: Dominan menggunakan bahasa Jawa Tengahan dan bahasa Bali Alus
Aturan: Terikat oleh aturan Guru Lagu (panjang pendek suara) dan Guru Wilangan (jumlah suku kata) dan Cengkok Wilet
Iringan: Biasanya diiringi oleh gamelan Gambang, Gong Beri, atau Luwang.
Pelaksanaan: Dinyanyikan secara individu atau berkelompok (koor).
4. Struktur Kidung
Kidung ketahnyané kakepah dados:
Pangawit: Bagian pembuka.
Pangawak: Bagian inti utawi batang tubuh kidung.
Pangecét: Bagian penutup utawi pengulangan suara
5. Fungsi Kidung
Sebagai sarana pelengkap upacara agama agar suasana menjadi lebih khusyuk dan suci.
Sebagai sarana persembahyangan (ngrastiti bakti) kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sebagai hiburan spiritual bagi umat yang sedang melaksanakan yadnya.
6. Contoh Kidung: Kawitan Wargasari
Kidung ini adalah yang paling umum digunakan saat pembukaan upacara Dewa Yadnya.
Purwakaning anggripta rum,
Ning wana ukir,
Kahadang labuh kartika,
Panedengin sari,
Angayom tangguli ketur,
Angring-ring jangga mure.
Terjemahan Kasar (Makna)
Awalan menciptakan keindahan,
Di hutan dan gunung,
Ditutupi rembulan saat panen,
Bunga-bunga mekar,
Menjadi naungan penyejuk hati,
Mengiringi suara-suara merdu.
Fakta Unik tentang Kawitan Wargasari:
Basa: Menggunakan bahasa Jawa Tengahan yang halus.
Simbolisme: Meskipun liriknya menceritakan keindahan taman dan bunga, ini adalah simbol dari hati yang bersih. Bunga (sari) melambangkan pikiran yang suci sebagai persembahan kepada Tuhan.
Kapan Dinyanyikan? Diucapkan saat pemangku/sulinggih mulai melakukan pemujaan (ngastawa), atau saat iddher bhuana (mengelilingi pura).
Link Youtube Kawitan Wargasari:
https://www.youtube.com/watch?v=AJLNPpxsEcI
10 Soal Uraian:
Apa yang dimaksud dengan Kidung dalam kesusastraan Bali?
Dalam pembagian Sekar (nyanyian), Kidung termasuk ke dalam kelompok apa?
Sebutkan bahasa yang digunakan dalam penulisan teks Kidung!
Jelaskan fungsi utama Kidung dalam pelaksanaan upacara Panca Yadnya!
Sebutkan 2 contoh kidung yang sering dinyanyikan saat upacara Dewa Yadnya!
Apa nama aturan yang mengikat penulisan atau nyanyian Kidung?
Jika ada upacara Pengabenan, jenis Kidung apa yang tepat untuk dinyanyikan? Sebutkan satu contohnya!
Apa perbedaan utama antara Kidung dengan Sekar Alit (Pupuh)?
Sebutkan instrumen gamelan yang biasanya mengiringi pementasan Kidung!
Tuliskan baris pertama dari Kidung Kawitan Wargasari!
Posting Komentar untuk "Materi Kidung (Sekar Madya) Bali"